Kajari Jakarta Timur Ingin Jajarannya Jadi Arsitek Hukum, Bukan Tukang Hukum

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Yudi Kristianta didampingi para Kepala Seksi dan Wartawan Senior Forum Wartawan (Forwaka) Kejaksaan Agung, Syamsuri. Yudha/bataviapos.com

BATAVIAPOS – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Timur, Yudi Kristianta ingin agar jajarannya menjadi arsitek hukum, bukan tukang hukum.
Hal itu dikatakannya saat press gathering yang digelar di halaman Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Senin (2/8/2019) malam. Untuk itu, Yudi mempercayakan (trust) penyelesaian teknis sepenuhnya kepada jaksa untuk menyelesaikan setiap perkara di wilayah hukum Kotamadya Jakarta Timur.
“Perkara pidana umum (Pidum), saya percayakan sepenuhnya penyelesaian teknisnya di tangan jaksa dan Kasi Pidumnya (Kepala Seksi Pidana Umum),” ujar Yudi.
Terkait perkara pidana khusus yang berkaitan penangan kasus korupsi, Yudi menekankan, penyelesaian teknisnya didelegasikan pada Kasi Pidsus (Kepala Seksi Pidana Khusus).
Sementara untuk masalah perdata dan tata usaha negara (Datun), seperti misalnya pengawalan dan pengawasan proyek pemerintahan Kotamadya Jakarta Timur atau proyek-proyek nasional yang ada di wilayah Jakarta Timur, penyelesaian teknisnya dipercayakan sepenuhnya kepada Kasi Datun (Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara).
“Nah, jika ada hal-hal yang trouble atau ada masalah barulah kita diskusikan untuk mencari penyelesaian masalah,” tandas Yudi.
Mantan Kajari Salatiga ini juga menambahkan, sebulan sekali akan memberikan perkuliahan pagi mengenai wawasan dan perkembangan ilmu hukum, khususnya yang berkaitan dengan profesi jaksa.
Sebab, ungkapnya, profesi jaksa itu bukan tukang hukum melainkan adalah arsitek hukum. “Kalau seorang jaksa itu menyadari adalah arsitek hukum bukan pekerja hukum maka jaksa itu akan terus belajar mencari referensi tentang hukum, perkembangan hukum dan mengadopsi kemajuan dan perkembangan ilmu hukum itu,” tandas Yudi. (YDH)
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply