Kejagung Ungkap Alasan Komedian Nunung Belum Disidang di Pengadilan

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Mukri. Yudha/bataviapos.com

BATAVIAPOS – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengakui perkara narkoba yang diduga melibatkan komedian senior Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat dan suaminya July Jan Sambiran belum dilimpahkan ke pengadilan.
Pasalnya, perkara tersebut masih dalam penelitian tim jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, setelah diterima dari penyidik Polda Metro Jaya, Kamis (1/8/2019) lalu.
“Setelah diterima dari penyidik, berkas saat ini masih dalam penelitian (jaksa),” ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri, Selasa (6/8/2019).
Dijelaskan, penelitian berkas perkara itu dimaksudkan untuk memastikan telah memenuhi persyaratan formil dan materil. Apabila persyaratan tersebut terpenuhi, maka berkas perkara tersebut akan dinyatakan lengkap atau P21.
Sebaliknya, jika berkas perkara belum memenuhi persyaratan formil dan materil, maka akan dikembalikan ke penyidik. “Kalau tidak lengkap, tentu kita kembalikan dengan petunjuk untuk dipenuhi penyidik,” tegasnya.
Untuk meneliti berkas perkara tersebut, Kejati DKI Jakarta sebelumnya telah menunjuk dua orang jaksa, berdasarkan Surat Perintah Penunjukan Jaksa Penuntut Umum untuk perkembangan penyidikan perkara tindak pidana No Print-2016/M.14/Enz.1/07) 2019 tanggal 29 Juli 2019.
“Dua orang jaksa ditunjuk untuk mengikuti proses penyidikan dalam dugaan penyalahgunaan narkotika dengan tersangka Nunung Cs,” katanya.
Sebelumnya juga penyidik telah mengirim berkas perkara penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu ke Kejati DKI Jakarta, Kamis (1/8/2019). Namun berkas tersangka yang dikirim belum termasuk seorang tersangka lainnya yakni Hadi Moheriyanto (HM alias TB) yang diduga berperan sebagai kurir.
“Berkasnya ini adalah NN dan JJ, tidak termasuk TB. Selanjutnya, kami tunggu penilaian jaksa seperti apa,” jelasnya. Polisi telah menetapkan Nunung dan suaminya, July Jan Sambiran, serta pemasok berperan sebagai kurir Hadi Moheriyanto sebagai tersangka.
Selepas itu, polisi juga menangkap E dan IP yang merupakan pemasok sabu-sabu ke TB. E dan IP merupakan tahanan di Lapas Kelas II A Bogor untuk kasus narkotika. (YDH)
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply