Prajurit Kostrad Rampas Dua Pucuk Senjata di Perbatasan RI-Papua New Guinea

Dua pucuk senjata ilegal yang diamankan di Pos Barki, Jalan Poros Trans Papua, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua atau perbatasan Republik Indonesia-Papua New Guinea (PNG). Puspen TNI/bataviapos.com

BATAVIAPOS – Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pandawa Kostrad mengamankan dua pucuk senjata ilegal jenis air soft gun beserta amunisinya di Pos Barki, Jalan Poros Trans Papua, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua atau perbatasan Republik Indonesia-Papua New Guinea (PNG).
“Diamankan 2 pucuk senjata jenis air soft gun tanpa surat izin, 6 butir amunisi kaliber 9 mm dan 6 selongsong kaliber 4,4 mm”, ujar Dansatgas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya dalam keterangan pers, Selasa (13/8/2019).
Dijelaskan, dua pucuk senjata ilegal itu dirampas dalam kegiatan sweeping yang rutin dilaksanakan dalam rangka mencegah peredaran barang-barang terlarang di wilayah perbatasan RI-PNG.
Kejadian bermula saat personel Pos Barki yang dipimpin oleh Lettu Inf Lukman Nurhuda memeriksa pengendara mobil Hilux Silver Nopol DS 5106 VM yang melaju di jalan poros Trans Papua Km 134, dengan identitas Fabrianus Sabi, 51 dan satu penumpang bernama Siti Yuliati, 27, dengan alamat Mandopo Kabupaten Boven Digoel.
“Saat itu anggota yang sedang sweeping merasa curiga dengan tingkah laku pengendara mobil tersebut. Ketika dilakukan pengecekan sesuai prosedur, ditemukan dua pucuk Air Soft Gun dengan tipe M1911A1 US Army dan Pistol Revolver Smith beserta Munisi aktif Kaliber 9 mm dan 6 selongsong munisi Kaliber 4,4 mm di dalam tas miliknya”, tuturnya.
Dansatgas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad mengatakan bahwa keduanya beserta barang bukti sudah diamankan ke Pos Barki untuk selanjutnya diserahkan ke Kolakopsrem 174/ATW untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (YDH)
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply