Salut, Polisi Rela Terluka Parah Demi Menangkap Teroris

Aipda Andreas D.A / Zulfikar. Bataviapos.com

BATAVIAPOS – Kisah inspiratif datang dari seorang polisi yang bertugas di Polres Lamongan yaitu Aipda Andreas D.A. Saat dia melewatkan hari yang menegangkan dalam mengejar dan menangkap dua orang teroris.
Keberaniannya patut mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi, Walaupun dalam peristiwa tersebut dia harus kehilangan penglihatan mata sebelah kanannya akibat diketapel oleh para teroris itu.
Saat di wawancarai oleh wartawan, Andreas menceritakan peristiwa malam yang mengerikan itu, di mana sekitar pukul 01.15 WIB dirinya tengah beristirahat di salah satu Pos Polisi WBL Paciran, Lamongan. Tiba-tiba dari dalam ia mendengar suara lemparan benda tumpul begitu keras membuat kaca pos polisi pecah.
“Saya langsung bangun dan bergegas keluar. Saya lihat sudah ada security sekitar situ dan warga yang melihat pelempar batu,” ungkapnya, Jumat (26/7/2019).
Dengan berbekal dari informasi yang di berikan oleh warga dan security setempat, dengan cepat Andreas bergegas mengambil sepeda motornya yang ada di belakang pos polisi. Warga dan security yang melihat kejadian itu juga langsung ikut membututi Andreas.
Dalam pengejarannya Andreas mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi agar tidak kehilangan jejak para teroris tersebut. Sementara warga dan security yang mengikuti dari belakang tak mampu mengejar kecepatan Andreas.
“Mereka kehilangan jejak saya, karena saya ngebut terus kan kejar pelaku ini,” katanya.
Sekitar Jarak 3 sampai 4 KM, Andreas menemukan ciri-ciri pelaku dua orang berboncengan, yang dibelakang mengenakan helm teropong. Dirinya pun memepet kendaraan tersangka teroris dan meminta untuk berhenti.
Namun, bukannya berhenti tersangka yang dibelakang berinisial ER justru mengeluarkan ketapel dan mengarahkan kearahnya.
“Saya sudah jelaskan kalau saya dari Polres Lamongan. Dia malah keluarin ketapel dan pelurunya itu pakai kelereng nembakin ke arah saya. Tiga kali tembakannya meleset setelah tembakan pertama kena dada,” lanjut Andreas.
Tuhan punya rencana lain agar Andreas bisa lebih berhati hati lagi saat menangkap tersangka teroris. Sebab, tembakan kelima tersangka teroris ER mengenai mata kanannya dan dirinya langsung tidak bisa melihat karena berdarah.
Ia sempat berhenti untuk memastikan keadaan matanya apakah masih bisa mengejar atau tidak. Akan tetapi, karena jiwa pengabdi Negera membuat ia tidak menyerah meski dalam keadaan cidera apapun dihadapan penjahat.
Saat melakukan pengejaran dirinya tidak dibekali senjata api. Mungkin, jika membawa senjata api, ia akan membalas tembakan ketapel dengan peluru tajam miliknya.
Kegigihannya dalam mengejar kedua tersangka akhirnya menemukan hasil. Saat berada di perempatan Belimbing dan tak mau kehilangan jejak tersangka, dirinya lantas menabrakkan sepeda motornya ke sepeda motor tersangka.
Ketiganya pun tersungkur ke aspal dan dengan cepat Andreas menangkap ER dan MSA. Usai memborgol kedua tangan tersangka, ia meminta bantuan kepada warga untuk menghubungi Polsek terdekat agar mengirimkan bantuan.
“Di sana kan pasar tuh jadi ada sekitar 5 atau 6 orang makanya saya tabrakin karena kalau sudah lewat dari situ, sudah masuk ke hutan hutan dan saya tidak sanggup lagi kalau ngejar ke hutan,” ungkapnya.
“Yang depan posisi jatuh tertimpa motor, yang belakang langsung saya tarik saat mau kabur saya jadikan satu sama yang MSA borgol,” tambahnya.
Setelah anggota Polsek terdekat datang, ia dibawa ke rumah sakit terdekat dan dirujuk ke Rumah sakit Lamongan Kota. Karena cidera cukup serius, akhirnya ia dirujuk kembali ke rumah sakit Surabaya.

Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Andreas mendadak menjadi buah bibir di lingkungan Polri karena keberaniannya tangkap dua pelaku teroris sekaligus. Hal ini pun mendapatkan respon positif dari Petinggi Polri karena ia mendapatkan penghargaan baik dari Kapolres, Kapolda dan Kapolri.
Jenderal Tito Karnavian memberikan Andreas penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) setingkat lebih tinggi. Dari Brigadir Kepala (Bripka) menjadi Ajun Inspektur Dua (Aipda).
“Penerimaan KPLB itu bukan Maret 2019 dan Juli 2019 pangkat Aipda baru turun. Sekarang saya di staf Polres Lamongan Bintara Gelombang 3 tahun 2003,” pungkasnya. (VIC)
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply