Wow, Aset Koruptor Terlacak Bernilai Triliunan Rupiah

Direktur C Bidang Ekonomi dan Keuangan pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Chairul Amir. Yudha/bataviapos.com

BATAVIAPOS – Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan aset milik terpidana korupsi bernilai triliunan rupiah. Temuan ini merupakan bagian dari 39 perkara atau terpidana yang diminta oleh jajaran Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung kepada Direktorat C untuk ditelusuri asetnya (asset tracing).
Dari 39 perkara tersebut, Pidsus Kejagung mencari aset para terpidana itu mencapai Rp1,6 triliun. Dari jumlah itu, angka terbesar Rp1,4 triliun adalah uang pengganti kerugian negara yang harus disita dari terpidana Abdul Harman Al-Idrus.
“Selama kurun waktu Januari-September 2019, ditemukan sejumlah aset milik terpidana kasus korupsi. Hasil yang didapat, 37 unit kendaraan roda dua serta 75 petak lahan berupa tanah kebun, tanah saja, serta tanah dan bangunan. Aset teridentifikasi milik terpidana dan keluarganya,” kata Direktur C bidang Ekonomi dan Keuangan pada Jaksa Agung Muda Intelijen, Chairul Amir, Kamis (10/10/2019).
Namun Chairul mengaku tidak menghitung nilai aset yang sudah ditemukan. “Tugas kami tidak sampai ke situ. Kami serahkan temuan itu ke Direktur Upaya Hukum dan Eksaminasi Pidsus. Nanti mereka yang menaksir nilai aset berdasarkan perhitungan dari appraisal,” kata Chairul.
Lebih jauh Chairul menjelaskan, direktorat yang dipimpinnya memang memiliki unit kerja penelusuran aset (asset tracing) yang mekanisme kerjanya membantu bidang lain, terutama Pidsus, Pusat Pemulihan Aset (PPA), Pidum, dan Perdata. Penelusuran itu dilakukan terhadap aset-aset yang diduga milik terdakwa yang perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) yang tidak ditemukan saat penyidikan, persidangan, sampai putusan dijatuhkan.
“Jadi tim penelusuran aset melakukan penyelidikan terhadap aset-aset terpidana yang perkaranya sudah diputus dan diminta bayar uang pengganti,” pungkasnya. (YDH)
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply